08 February 2017

Jangan diTangisi Jika Ia Bukan Milikmu...

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai dan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat tergoncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu dan majlis-majlis zikir yang akan memberikan ketenteraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar pelbagai keinginan dan impian. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak serta mempunyai keinginan. Tetapi bukan semua yang kita inginkan dapat dicapai. Sesungguhnya tidak mudah menyedari bahawa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sedar bahawa hidup ini tidak punya satu hukum: harus berjaya, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang berjaya tetapi lupa bahawa hakikatnya semua itu pemberian Allah sehingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenangnya. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan betul. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakikat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi milik kita di dunia, samada rezeki, jawatan atau kedudukan, pasti Allah akan berikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, kita tidak akan mampu miliki; walaupun ia nyaris menghampiri kita atau meskipun kita bermati-matian berusaha mendapatkannya.

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Luh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (Surah Al-Hadid: 22-23)

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

Persis Sungai yg Mengalir...

Mataku tidak berkerlip memandang ke arah sungai yang tenang. Dari jendela kamar lantai rumahku, kelihatan sungainya begitu tenang. Kadang-kadang burung yang kecil hinggap di sana dan terbang kembali entah ke mana arah tujunya.

Sering kali aku tertanya-tanya apa yang ada di benak fikiran burung-burung itu? Kadang-kadang terbang sekawan dan kadang-kadang berseorangan. Mungkin tidak ada apa yang difikirkan hanya terbang dan makan bagi meneruskan kehidupan. Mereka sering ke sungai itu dan sungai itu memberikan mereka kehidupan.

Alunan Hidupnya

Sungai yang sudah lama meneruskan kehidupannya di sana. Dan sudah banyak riwayat tertulis di atasnya. Sehingga kini sungai itu masih lagi mengalir tanpa henti tidak kira ke mana haluannya, dan ia dilihat begitu deras. Aku tidak pernah ke sungai, dan persahabatan kami hanyalah dari jarak yang jauh. Sering aku mendengar sungai itu mengeluarkan bunyi. Seolah manusia yang sedang berkata-kata.

"Pesanan apa yang hendak kusampaikan padamu sungai? Nyata aku tidak punya apa-apa pesan yang ingin kutitipkan. Aku cuma merasakan diriku sama sepertimu, mengalir tenang di atas pandanganku. Pesanan apa yang kau ingin aku sampaikan? Kau sungai seperti diriku yang mengalir di alur kita masing-masing. Bezanya aku di sini hanya mengalir di sebatang jalan ini; jalan sungai. Sudah ratusan tahun aku menjalani alur ini."

Umpama Sungai yang Mengalir

Tamsilannya adalah seperti sungai, jika masih ada antara kita kecewa, putus asa dan sedikit berduka masih belum dapat apa yang terbaik dan yang diimpikan, jangan berkecil hati. Jangan cepat melambai sapu tangan putih lantas mengaku kalah. Kadang-kadang kita akan diuji sama ada kita benar-benar serius terhadap apa yang kita inginkan.

Ujian akan datang dalam pelbagai bentuk halangan, rintangan dan hal-hal yang membuatkan kita tidak berdaya lagi. Menyerah adalah pilihan yang mudah yang boleh diputuskan oleh sesiapa pun. Tapi, menyerah tanpa melakukan apa-apa tidak akan membuatkan kita jauh lebih baik.

Jangan Berbalik Arah

Saat api padam, mungkin itu adalah saat kita menyatakan kita ingin menyerah kalah. Mari kita belajar dan lihat dari air sungai yang mengalir. Air terus mengalir ke satu arah dan tidak peduli apa yang terjadi. Walau ada sebesar batu yang wujud di tengah-tengah air tidak akan berhenti. Sungai yang deras tidak pernah terfikir untuk berbalik arah. Tidak pernah berhenti untuk mengalir hanya kerana beberapa panahan di hadapannya.

Kita juga boleh belajar daripada prinsip air sungai yang mengalir. Maju ke hadapan demi impian yang ingin dikecapi. Air juga tidak pernah gerun apabila berada di tepi air terjun. Mengalir dan terus mengalir dan semangat yang tidak pernah membuat kita gentar. Semoga air yang mengalir akan mengubah diri kita dan persis yang mudah menyerah kalah. Namun percayalah You don't know what the future holds, but you know Who holds it.

19 January 2017

Julai 2011

She loved him with her all. It’s safe for her to say that.
Never once did she think of giving up. But seriously why did it happen to be this way?

Finding out he didn’t love her hurts her a lot. She didn’t know if she wasn’t in his heart at all. But knowing that now, he’s with someone else totally put her down. She was like, devastated with her own thoughts. She tried to make herself believe that he’s still with her. She doesn’t want to believe the fact that he’s with someone else because she’s afraid of the pain. Pathetic.

She gave him everything, she loved him and she cared for him and she did the best she could possibly have done for him. He even said that she was the best thing ever happened to him. But, why is it so easy for him? Yeah, not all love stories ends with happy endings.

The thing they both had was definitely the best thing that has happened to her. It’s really sad and hard for her to face the fact that this has ended. As much as she wants to fix this whole thing and just become normal people who are absolutely in love, she can’t run away from reality ….from the fact that it’s over. He’s gone. And now, he’s with someone else.

If so, she guess he’s just not the one for her.

But why does it really have to happen this way? Its like love is not a beautiful thing anymore. It eats her up inside and throw the good part of her away and in the end she don’t even remember who she really is.

It’s scary when she has to live the next day thinking about the person she always love and to actually know that at the back of her mind, he’s happy with someone else while she’s still sobbing over him.

Knowing that her loved one don’t feel like what she felt toward him made her think that it’s a total waste to remember him at all. She should have moved on by this moment, but she can’t. He’s special in his own way. She never felt this way before. Yes, she had been in a relationship a couple times before, but things before were never as special as this. She loved him with all her heart and she don’t know if she’s going to meet another person that’s as special as him. She wishes she will. But she always prayed to God that He will never erase any memory of him in her head because she doesn’t want to forget the best thing ever happened in her life.

She does not ask for diamonds nor did she ask for gold. All she ever wanted was for him to love her. Sometimes when she think about all this, is it worth it? Is it really worth the tears? Worth the pain? Worth the waiting?

Her life has passed her by with nothing but a blur. She had been hurt to by her loved ones and she’s not really ready to see what’s in store for her. She doesn’t even want to know because she’s afraid that she won’t be able to bare the pain.
It’s enough. Let her deal with it before any other guy hurt her again. It’s pitiful that she can’t accept another guy as a new lover since she already fall in love with him.

The thing she doesn’t get is why she can’t let him go as easy as he did. He let her go just like that. Wouldn’t it be easy? Despite of all the things that happened, she just can’t. Maybe it’s just her. Deep in her heart, she don’t want to let go but do you think she have any other choices? She’s sick and tired of crying so hard until it starts to hurt. She’s afraid to think what
will happen next. Is that really fair?

People always say, sometimes you think the person u love the most will be the one that protects you from everything. But in true fact, people you love the most always end up hurting you the most.

He had proved that right to her, just like her family did, just like her friends did, just like everyone around her that she loved did.

And all she wanted to say to him is:

Thank you for your time & love. Thank you for giving me happiness. In time, I’ll
let you go. But if I can’t, I promise that you won’t get bothered by me. May
God bless you and her. I’ve been missing you everyday since u left.

As
the days goes by,

She
wishes he was here.

COPY n PASTE..hehehe

03 January 2017

wanita & lelaki

Wanita tidak semestinya memerlukan lelaki, tetapi wanita dan lelaki saling memerlukan, cinta itu anugerah.Mengapa wanita memerlukan lelaki di dalam hidupnya? Untuk beberapa waktu dahulu, ia begitu memukul-mukul kepala.Ya, apa perlu seorang wanita yang bebas mempertaruhkan sebahagian besar hidupnya kepada tangan seorang lelaki?Bukankah lebih hebat jalan dihujung minggu bersama kawan rapat, berkenyit-kenyitan mata kepada lelaki kacak yang saling tidak putus dan tidak lokek senyum tanda salam perkenalan.

Cinta tidak datang dipaksa-paksa. Cinta tidak juga datang kala kita mahukannya. Jika kita mahukan ia menjadi air, ia datang seperti api.Tetapi, jika kita bersabar dan menerima ketentuan Tuhan, seorang lelaki yang baik akan didatangkan kepada kita juga. Lelaki yang baik itu tidak turun dari langit. Lelaki yang baik itu juga tidak semestinya datang dengan kepala berketayap, janggut selambak atau harta membuak-buak.Tetapi lelaki yang baik, jika Tuhan mahukan dia menemani kita sepanjang hayat, membimbing kelakuan kita, menjaga kemurnian kalbu bersama-sama, mendidik, membuka jalan agar kita dapat memperdalam selok belok agama yang barangkali selama ini hanya menjadi pakaian dan lencana, dan memberikan kita zuriat yang halal lagi dirahmatiNya.Dia akan datang apabila tiba masanya. Lambat atau cepat, maafkan saya, kerana Allah itu yang lebih mengetahui.

Kawan, kedatangan seorang lelaki dalam kehidupan seorang wanita seperti manusia kudung yang diberikan semula sebelah kakinya. Dia menyempurnakan kita.Namun, tidak kira semasyhuk mana sekalipun perkasihan dua jantina, selain perkara yang cantik-cantik dan molek-molek, kita, wanita, harus bersedia menerima kehodohan-kehodohan perhubungan.Kerana apabila kita mempersilakan seorang lelaki duduk di samping kita untuk sepanjang hayat, bererti kita harus langsung juga mempersilakan sekian masalahnya berbaring di bahu kita.Kerana itu tidak hairan jika kita mendengar ada di kalangan kita, gadis, yang merungut-rungut kerana tanggungjawabnya terhadap keperluan hidup lelaki tidak juga berkurangan walaupun belum lagi berkahwin.

Ya, lelaki memang mendatangkan bahagia.Tetapi lelaki juga mendatangkan sengsara. Namun jika kita bijak menatangnya, semuanya pasti baik-baik sahaja. Itulah adat dalam perhubungan. Yang buruk-buruk pasti ada.Barangkali daripada si dia, barangkali juga daripada kita, tetapi kita harus cermat mengimbangkannya agar jodoh berkekalan ke hari tua.Bagi yang sedang galak bercinta dengan lelaki permata jiwa tetapi menerima tentangan keluarga dua pihak, jika anda fikir anda tidak mungkin mampu hidup bahagia tanpa restu ibu bapa, maka ada baiknya anda menyerah kalah saja.Walaupun tidak saling memiliki, dan cinta tidak juga diwali dan dinikahi, anda dan dia tetap pengantin di dalam jiwa.Barangkali sudah sampai masanya anda mencari sahaja lelaki lain untuk dibawa pulang menemui ibu bapa.Dan semoga lelaki yang dipilih, melaksanakan tanggungjawab dan melunaskan hak suami isteri.

Wanita, kita dicipta dengan kemuliaan syahadah. Kerana benih seorang lelaki, kita ini tersenyawa, dikurnia tenaga sehingga kita mampu menyibak jalan keluar dari rahim ibu untuk melihat dunia. Kerana benih seorang lelaki, kita ini ditiupkan jiwa, menjadi manusia, dan mencari seorang lelaki untuk dicintai, sebagaimana ibu diilhamkan Tuhan untuk berkasih sayang dengan bapa.Dan kerana Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta, kita wanita, kita ini diciptakan daripada lengkungan rusuk kiri lelaki, tidak terlalu gagah sehingga mengenepi kudrat lelaki, tidak juga terlalu lemah sehingga jatuh menyembah kaki. Tetapi kerana ciptaan Tuhan itu indah, kita terbit daripada rusuk lelaki, bukan dekat kepala untuk dijunjungi, bukan dekat bahu untuk membebani, bukan dekat lengan untuk dijulangi, bukan dekat jari untuk disakiti, bukan dekat pinggul untuk dihenyaki, bukan dekat lutut untuk ditindihi, bukan dekat kaki untuk ditunggangi, tetapi dekat pelusuk hati untuk dimulia, disayangi dan dicintai.

Andai lelaki itu burung yang terbang, kita adalah angin lembut yang bersisir-sisiran sepanjang perjalanannya.Tetapi kerana fitrah kejadian Tuhan wanita itu kebergantungan hidupnya harus saja diserahkan kepada seorang lelaki yang boleh melindungi, maka kita pun tidak selamanya mahu menjadi angin semata-mata.Kita mahu menjadi bunga, menghias sayapnya. Kita mahu terus bersama-sama, terbang dari rendah perkebunan bunga sehingga ke sayup langit terbuka, sehingga jalannya yang paling hujung, sehingga kita tua, rapuh dan mati.Tetapi kita bahagia dalam dakapannya, semoga kita semua diketemukan dengan jodoh yang baik. InsyaAllah...

kredit o owner..c&p

24 May 2016

Sebuah perkongsian seribu rasa

Anak-anak kita bukan malaikat, bukan juga orang dewasa. Mereka tidak sempurna, dan pasti tidak akan dapat menjadi dewasa sebelum sampai masanya.

Tertumpah air berkali-kali, berlari-lari dan menjerit di masjid walaupun telah dipesan 100 kali, terkencing di waktu malam, menconteng dinding, memecahkan pinggan dan cawan, terosakkan mainan yang baru dibeli, berguling-guling di pasaraya dan pelbagai lagi adalah asam garam dan ujian buat ibu bapa dalam mendidik anak-anak.

Bersabarlah wahai ayah dan ibu dalam meluruskan kesalahan-kesalahan mereka, bak kata Al Ahnaf Bin Qais ketika menasihati Muawiyah yang sedang marah kepada anaknya Yazid,“anak-anak adalah buah hati kita, dan tulang belakang kita. Kita laksana tanah yang rendah bagi mereka, dan langit yang meneduhi mereka. Jika mereka meminta sesuatu, berikanlah. Jika mereka marah, pujuklah. Kelak mereka akan memberimu kesayangan mereka, dan akan berkongsi denganmu rahsia mereka. Dan janganlah engkau menjadi penghalang, nescaya mereka akan menjadi jemu dengan kehidupanmu, dan mencita-citakan kematianmu.”

30 March 2016

Demam adalah daripada percikan api neraka

# Daripada Ibn Abbas r.a, Nabi s.a.w bersabda: Sesungguhnya demam adalah daripada percikan api neraka, kerana itu sejukkanlah badan yang demam itu dengan air, atau baginda dengan kata lain adalah air zam-zam. Bagaimana caranya? Begini, renjislah air kepada tubuh atau berendam di dalam air.
# Daripada Anas bin Malik, Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila salah seorang daripada anda demam, hendaklah merenjiskan air sejuk ke atas tubuh badannya sebanyak tiga malam pada waktu sahur.
# Daripada hadis Nafi’ bin Jubir, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila salah seorang daripada anda demam, sesungguhnya demam itu adalah sebahagian daripada api neraka, hendaklah memadamkannya dengan air sejuk. Hendaklah berendam dalam sungai yang mengalir, mengadap aliran air selepas solat subuh dan sebelum naik matahari dan hendaklah membaca Basmalah. Hendaklah berendam selama tiga kali selama 3 hari. Jika tak sembuh cubalah sebanyak 5x,7x atau 9x. Sesungguhnya ia tidak akan melebihi daripada 9x InsyaAllah.
# Daripada Jabir r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah menemui Ummu al-Sa’ib kerana melawatnya. Baginda bersabda: “Kenapa anda menggigil? Jawabnya: Demam dan tidak ada keberkatan daripada Allah padanya. Sabda baginda s.a.w: Jangan mencaci demam, kerana sesungguhnya ia menghapuskan kesalahan anak Adam, sebagaimana mesin penghembus api menghapuskan karat-karat pada besi.
Langkah #1: Sediakan bahan berikut:
1. Air mineral
2. Besen kecil
3. Tuala muka
4. Ais
5. Baldi kecil
Langkah #2: Bacakan rangkaian doa berikut
1. Al-Fatihah (1x)
2. Ayat Kursi (1x)
3. Selawat Syifa’ (1x)
Sambung dengan doa berikut;
4. Doa Nabi Ibrahim a.s (1x)
Maksudnya:
Wahai api, jadilah engkau sejuk kepada Ibrahim dan peliharalah kesejahteraannya! (Surah al-Anbiyaa’ : ayat 69)
atau;
5. Doa demam panas (1x)
Maksudnya:
Dengan nama Allah yang Maha Besar, aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung daripada kejahatan setiap urat yang menggelegak dan daripada kejahatan panas api neraka.
atau;
6. Doa penyejuk (1x)
Maksudnya:
Ya Allah! Kasihanilah kulitnya yang lembut, tulangnya yang halus dan uratnya yang sempit daripada terlalu panas. Wahai Ummi Mildam (nama asal sakit demam), jikalau engkau sesungguhnya beriman dengan Allah yang Maha Agung, maka janganlah kau sakit kepala, janganlah kau pahitkan mulut dan janganlah kau minum darah. Berpindahlah darinya kepada orang yang menyekutukan Allah dengan tuhan yang lain.
atau;
Kesemua 6 rangkaian doa tersebut.
Langkah #3: Proses rawatan
1. Setelah selesai membaca doa hembus pada air mineral sehingga habis nafas.
2. Masukkan air yang telah didoakan ke dalam besen kecil.
3. Rendam tuala ke dalam besen yang berisi air doa.
4. Tuamkan tuala tadi ke anggota badan pesakit bermula dengan celah jari kaki kemudian di belakang lutut, celah paha, celah ketiak, leher, tengkuk, kepala (gunakan kain yang lain).
Langkah #4: Usaha tambahan
1. Mandi seperti biasa mesti dilakukan (pagi & petang)
2. Jika panas berterusan;
a. masukkan air doa ke dalam baldi kecil (mesti didahulukan)
b. masukkan ais
c. Rendam kaki pesakit ke dalam air yang berisi ais
d. Pantau suhu badan pesakit
3. Dapatkan rawatan doktor
Nota editor:
1. Langkah tersebut dilakukan adalah sebagai ikhtiar awal sebelum pesakit mendapat rawatan daripada doktor
2. Sekiranya air doa sudah berkurangan, ia boleh ditambah dengan memasukkan air mineral (bukan air masak)


sebuah perkongsian dr murabbiy.wordpress...mohon dihalalkan

28 March 2016

Hakikat sebuah Kemesraan

Dah lama x mengupdate belog..tetiba terlintas satu perkara untuk dikongsi bersama..mana tahu boleh dijadikan panduan atau iktibar buat diri..

Kisah ni baru semalam terjadi, bukan niat hati mengaibkan diri si mati cuma sebagai satu teguran dan renungan buat diri. Tatkala kematian menjelma, doa dikirim sebagai pengganti..namun apa yang terjadi agak menyentuh hati...Hari kematian berlaku, namun tiada yang menghadirkan diri, menziarahi jenazah yang sedang kaku terbaring..yang ada hanyalah anak, cucu, menantu dan adik beradik si mati..orang luar..jauh sekali dan boleh dikira dengan jari...

Terfikir2 juga, kenapa ya semua ni terjadi...namun diam je dulu..seusai jenazah dikebumi, kami saudara mara si mati berkumpul di rumah ibu arwah..saudara mara mula membuka cerita..katanya arwah dulu tidak bergaul dengan masyarakat sekeliling sebab itulah di hari kematiannya, tiada yang mahu menziarahi...hidup arwah hanya dengan anak dan cucu-cucunya sahaja...kenapalah jadi macam tu...diceritakan lagi...semasa hayatnya juga, beliau tidak pernah atau jauh sekali menghadirkan diri dalam aktiviti di kampung, samada di madrasah atau di rumah jiran tetangga...mengadakan kenduri, jemputan ke rumah, melawat kematian dan orang sakit jga jarang sekali..seolah2 beliau hidup sendiri, tiada kenalan, jiran tetangga..Sy termenung sekejap mendengar cerita arwah...hmmm..patutlah orang kampung semua memulaukan beliau, rupanya ia adalah cermin diri beliau sendiri dengan masyarakat, betapa beliau tidak bermesra, bertegur sapa, bermanis muka dengan masyarakat.

Hidup di kampung yang kaya dengan adat dan hubungan erat, tidak boleh disamakan dengan hidup di bandar atau kota-kota besar yang mana setiap orang sibuk dan menyibukkan diri dengan urusan masing-masing seolah2 menjaga hak peribadi (privacy) masing2....kesudahannya, ada dan tiada sama je..tiada beza. Namun begitu, fitrah semulajadi manusia hendaklah bermesra dan menghubungkan silaturrahim tidak kira dengan siapa dan di mana..Islam itu adalah terbaik, diberikan peringatan oleh Allah untuk ini adalah bagi mengelakkan perkara2 seperti inilah, sedih melihat kematiannya, tida yang memenuhi ruang membacakan Yassin atau mengaji untuk beliau. Namun sebagai hambanya yang lemah lagi hina, doa dipohon agar arwah dicucuri rahmat dan ditempatkan bersama orang2 yang soleh..aminnnnn

04 February 2016

6 years...

Esok, 04042016..genap 10 tahun usia rumahtangga aku n mr Hubby....sepanjang 10 tahun hidup bersama, banyak dugaan dan cabaran, suka dan duka, riang dan gembira, tangis dan tawa yang telah aku lalui..Ternyata, pengalaman itu mengajarkan aku erti sebuah kehidupan, erti sebuah kejujuran, erti sebuah kesetiaan, erti sebuah pengorbanan dan erti sebenar kasih dan sayang. Benar kata org dahulukala, pengalaman itu mengajar kita untuk menjadi lebih dewasa, dewasa dari segi tatakelaluan, dewasa dari segi pemikiran, dewasa dari segi pertuturan...dan jika direnung kembali...Ahhhh...ternyata kepincangan ada di mana2 dan bila menjengah semula, aku amat bersyukur diberikan kesempatan untuk menerima, merasa, melihat dan mengalami semuanya itu. Ia menjadikan aku seorang yg mungkin juga sedikit kuat, sedikit tabah dalam menghadapi hidup. Teringat pesan seorg sahabat utkku; "semua itu hanyalah dunia semata2, tiada yg kekal utk kita di atas dunia ini". Perumpamaan itu amat tepat sekali, walau sesukar dan sesulitmana pun, jika Allah mengkehendaki semua itu, walau dihalang..tetap akan berlaku juga, kita hanyalah asbab untuk semua itu...Jesteru, sucikan hati, lapangkan dada..itu yg cuba aku terapkan dalam diri..redha terima seadanya dan pasrah dengan segalanya. Allah itu Lebih Mengetahui apa yg terbaik utk hambanya, walau kekadang kita merasakan, itu cukup baik utk kita..tapi rupanya itu adalah keburukan yg terselindung...

26 January 2016

Muhasabah Diri

Antara sebab-sebab amalan kita tidak diterima di setiap lapisan langit:
1. Lapisan Langit Pertama: Mengumpat.
2. Lapisan Langit Ke-2 : Amalan untuk keuntungan dunia semata-mata.
3. Lapisan Langit Ke-3 : Sombong atau takabbur.
4. Lapisan Langit Ke-4 : Ujub.
5. Lapisan Langit Ke-5 : Dengki.
6. Lapisan Langit Ke-6 : Tidak berbelas kasihan kepada orang lain.
7. Lapisan Langit Ke-7 : Riak.
Menurut Imam Al-Ghazali, riak boleh berlaku dalam 12 perkara iaitu:
1. Riak dalam ibadat.
2. Riak dalam ilmu.
3. Riak dalam amalan.
4. Riak dalam kata-kata.
5. Riak bila berzuhud.
6. Riak dengan harta.
7. Riak kerana pangkat.
8. Riak dengan pencapaian.
9. Riak dengan kebolehan.
10. Riak dengan kecantikan tubuh badan.
11. Riak dengan suara yang lunak merdu.
12. Riak dengan kumpulan yang disertai.
Akhir sekali, apabila amalan yang dihadapkan kepada Allah melepasi kesemua 7 lapisan langit, ada satu lagi sebab mengapa amalan kita ditolak oleh Allah S.A.W. Sebab amalan kita ditolak setelah melepasi 7 lapisan langit ialah amalan yang tidak disertai keikhlasan.

Copy & Paste..kredit utk yg mengingatkan...